CAMPURASRI.NGAWIKAB.ID – Jum’at pagi ( 11/11) Perangkat Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi beserta warga masyarakat desa melaksanakan tradisi “labuhan”. Tradisi “Labuhan” dipegang teguh dan di lestarikan oleh para petani Campurasri sebagai media pemanjatan do’a dengan melaksanakan selamatan diniatkan sebagai sedekah sebelum menggarap sawah.

Kepala Desa Campurasri membuka acara “labuhan” di persawahan Campurasri “Labuhan” sendiri berasal dari kata labuh yaitu musim/ masa labuh yaitu masa tenggang antara kemarau dan musim penghujan. Masa labuh ini petani mulai mempersiapkan lahan sawahnya,dengan cara membersihkan ilalang maupun gulma sebelum sawah di tanami kembali.

Kepala desa Campurasri membuka selamatan labuhan didampingi perangkat desa Dusun 1 dan 2

Acara labuhan di Campurasri dilaksanakan di 3 lokasi yaitu di persawahan Dusun 1 dan Dusun 2, satu lokasi Sumur Sibel BumDes Artaasri Dungwaluh dan di Punden Dungwaluh”, keterangan Bapak Sutrisno Kepala Desa Campurasri.

Bapak Sekretaris Desa Campurasri sendiri yaitu Bapak Suparji memimpin Labuhan di Sumur Sibel BumDes Artaasri DungwaluhPetani yang terdiri dari Perangkat Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, tokoh HIPPA dan Pengurus Kelompok tani menyatu berkumpul dengan membawa shodaqohan/ sedekah berupa tumpeng maupun berkat kecil. Sementara labuhan di Punden Dungwaluh dilakukan warga bersama Kepala Dusun Dungwaluh.

tokoh agama memimpin acara doa tradisi Labuhan

Petani dipimpin tokoh agama secara bersama – sama memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan suatu harapan penghujan segera datang. Semoga hujan memberi berkah satu tahun ke depan sehingga hasil petani bisa melimpah ruah dan dijauhkan dari hama penyakit.

Tokoh Agama memimpin do’a LabuhanTumpeng an berkat labuhan terkumpul untuk dimakan bersama dalam acara labuhan dan sebagian berkat dibagikan warga sekitar yang menghendaki terutama dibagikan warga yang miskin.

Berkat sebagai wujud sedekah melimpah ruah

Selain membawa sedekah makanan dalam labuhan, petani juga menyelipkan uang seikhlasnya sebagai BINAT. Binat sendiri berasal dari kata “Bi Niat” yang memiliki makna semua niat shodaqoh/ sedekah harus ikhlas untuk berkah petani. Binat yang terkumpulpun dipakai untuk kegiatan di masjid desa.Sangat banyak nilai religi, sosial dan budaya terkandung dalam acara labuhan. Semoga tradisi labuhan tetap lestari sepanjang masa. Semoga do’a awal musim tanam petani diijabah Allah SWT. Sukses dan jaya selalu petani Indonesia, Campurasri Yessss !!!!!

Share and Enjoy !

Shares